Perbedaan ciri-ciri skincare tidak cocok dan purging, pahami agar kulit tak berisiko iritasi
Brilio.net - Bisnis perawatan kulit makin massif. Semakin banyak tersedia pilihan produk skincare. Produk skincare ini hadir dengan beragam janji yang menggiurkan. Para wanita perlu memahami bahwa tidak semua produk cocok untuk semua jenis kulit.
Dua fenomena yang sering membingungkan para pecinta skincare adalah reaksi "tidak cocok" dan "purging". Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk menentukan apakah harus melanjutkan atau menghentikan penggunaan suatu produk.
-
7 Ciri-ciri jerawat karena tidak cocok skincare dan cara mengatasinya auto kulit tenang kembali Mengetahui ciri-ciri jerawat membantu kamu untuk lebih waspada dalam memilih produk skincare.
-
Akibat ganti skincare tanpa jeda wajah jadi beruntusan dan kusam, ini 7 cara mengatasinya Hindari breakout dan purging berkepanjangan akibat penggunaan skincare.
-
Jangan diabaikan, ini 7 tanda skincare yang tidak cocok bagi kulit Jika sudah muncul tanda-tandanya, lebih baik hentikan penggunaannya skincare.
Reaksi tidak cocok terjadi ketika kulit bereaksi negatif terhadap suatu produk. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti alergi terhadap bahan tertentu atau formulasi yang terlalu keras bagi kulit. Sementara, purging adalah proses di mana kulit mengalami "detoksifikasi" akibat penggunaan produk aktif tertentu, terutama yang mengandung bahan eksfoliasi seperti retinol atau asam glikolat.
Membedakan antara reaksi tidak cocok dan purging menjadi tantangan tersendiri. Banyak orang yang keliru mengira purging sebagai tanda bahwa produk tidak cocok, padahal sebenarnya kulit mereka sedang dalam proses penyesuaian yang bisa membawa manfaat jangka panjang. Sebaliknya, ada pula yang tetap menggunakan produk yang sebenarnya tidak cocok, dengan harapan bahwa kondisi kulit mereka akan membaik setelah fase "purging" yang sebenarnya tidak terjadi.
Nah, berikut ini beberapa perbedaan ciri-ciri yang perlu kamu ketahui, sebagaimana briliobeauty.net rangkum dari berbagai sumber, Senin (29/7).
Ciri-ciri skincare tak cocok.
foto: freepik.com
Ketika kulit bereaksi buruk terhadap produk skincare yang tidak cocok, reaksi ini biasanya disebabkan oleh iritasi atau alergi. Beberapa ciri-ciri umum yang menunjukkan bahwa skincare tidak cocok, antara lain:
1. Ruam dan kemerahan.
Kulit yang tidak cocok dengan produk tertentu sering kali memerah dan muncul ruam. Melansir dari, Senin (29/7) American Academy of Dermatology Association, kemerahan ini biasanya terjadi setelah penggunaan skincare dalam beberapa hari.
2. Gatal dan sensasi terbakar.
Sensasi gatal atau terbakar merupakan tanda bahwa kulit mengalami iritasi. Mengutip dari Mayo Clinic, hal ini dapat terjadi di area tertentu atau di seluruh wajah, tergantung pada produk yang digunakan.
3. Jerawat meradang.
Munculnya jerawat besar, merah, dan meradang adalah tanda umum bahwa produk skincare tidak cocok. Mengutip dari Healthline, gejala ini berbeda dengan purging yang biasanya menghasilkan jerawat kecil dan non-inflamasi.
4. Kulit kering dan mengelupas.
Perlu kamu ketahui, ciri-ciri dari skincare yang tidak cocok adalah kulit kering dan mengelupas. Hal ini dikarenakan kandungan produk terlalu keras, menyebabkan kulit menjadi sangat kering, mengelupas, atau bahkan pecah-pecah.
Tanda-tanda dan penyebab terjadinya purging.
foto: freepik.com
Purging terjadi ketika kulit bereaksi terhadap produk yang mempercepat pergantian sel, seperti retinoid atau asam eksfoliasi. Proses ini mendorong keluar kotoran dan minyak yang terperangkap di dalam pori-pori, sehingga memicu jerawat sementara sebelum kulit menjadi lebih baik. Nah, tanda-tanda purging sebagai berikut:
1. Jerawat kecil dan non-inflamasi.
Purging biasanya ditandai dengan munculnya jerawat kecil, komedo, dan pustula di area biasanya mengalami jerawat. Melansir dari American Academy of Dermatology Association, hal ini menunjukkan bahwa produk sedang bekerja untuk membersihkan pori-pori.
2. Durasi terbatas.
Sebagai tambahan informasi, purging biasanya berlangsung selama empat hingga enam minggu. Jika jerawat terus muncul setelah periode ini, kemungkinan produk tersebut tidak cocok bagi kulit kamu.
3. Lokasi munculnya jerawat.
Purging terjadi di tempat-tempat di mana kamu biasanya mengalami jerawat, sedangkan reaksi negatif terhadap produk bisa muncul di area baru yang tidak biasanya bermasalah wajah.
4. Kulit menjadi lebih baik setelahnya.
Berbeda dengan skincare yang tak cocok, purging ini memberikan keuntungan setelahnya. Perlu kamu ketahui, setelah periode purging selesai, kulit kamu terlihat lebih bersih, halus, dan sehat. Pasalnya, hal ini bisa terjadi karena produk telah berhasil membersihkan pori-pori dan mempercepat regenerasi sel kulit.
Recommended Article
- 9 Rekomendasi skincare yang bagus untuk remaja viral di TikTok, harga di bawah Rp 150 ribu
- Tak lagi tampak kusam, wanita ini bagikan cara cerahkan mata panda cuma pakai masker dari 1 buah
- Lulur racikan dari sabun pemutih Nalpamara dan body scrub ini bikin kulit kusam jadi auto cerah merata
- Nggak perlu kopi, cara pudarkan tampilan mata panda ini cuma pakai aloe vera dicampur 1 jenis buah
- Cuma pakai kemiri dicampur air mawar bisa bikin wajah mulus bebas jerawat, ini cara memakainya