Potret dulu dan kini 9 presenter cilik acara TV era 90-an, generasi milenial auto bernostalgia

2 April 2025 05:45 WIB

Brilio.net - Beberapa dekade yang lalu, program televisi untuk anak-anak sangat mudah ditemukan di layar kaca. Tidak mengherankan jika banyak acara TV khusus anak yang dipandu oleh penyanyi cilik.

Acara-acara ini sangat digemari oleh anak-anak dari berbagai usia. Oleh karena itu, bagi anak-anak yang tumbuh di era 90-an, acara TV ini meninggalkan kesan mendalam dalam ingatan mereka.

Banyak dari mereka yang masih mengingat para pembawa acara yang memandu program-program tersebut. Acara ini menampilkan sosok seperti Dea Ananda hingga Agnez Mo.

Bagaimana kabar mereka sekarang? Berikut adalah rangkuman potret masa lalu dan masa kini dari para presenter cilik acara TV, yang disusun oleh brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (2/4).

1. Penyanyi cilik Dea Ananda pernah menjadi presenter acara anak-anak Klip Bintang yang tayang pada 1997 sampai 2000. Dhea Ananda kini sedang vakum dari dunia hiburan untuk menanti anak pertamanya.

foto: Instagram/@idolacilik.id; Instagram/@dea_ananda

2. Leony Vitria merupakan penyanyi cilik bersama Dhea Ananda dan Alfandy dalam grup Trio Kwek Kwek. Ia juga pernah menjadi host dalam acara Dunia Anak yang tayang pada 1997 hingga 2000.

foto: Instagram/@idolacilik.id; Instagram/@leonyvh

3. Dikenal sebagai idola anak-anak, Enno Lerian pernah menjadi presenter acara anak-anak Enno Ceria yang tayang di SCTV. Saat ini, Enno lebih akrab dengan dunia seni peran dan menjadi penyiar radio.

foto: Instagram/@idolacilik.id; Instagram/@ennolerian_

4. Errin Gracesita pernah menjadi presenter acara Pesta Ceria bersama dua host lainnya, Violetta dan Yoga. Saat ini, mantan artis cilik ini menjadi Youtuber dengan kanal Youtubenya, ERRIN FERRY OFFICIAL.

foto: Instagram/@idolacilik.id; Instagram/@erringracesita

5. Bersama Errin dan Violetta, Yoga Pratama membawakan acara anak-anak Pesta Ceria. Yoga kini menjadi aktor dan bermain di berbagai film hingga sinetron.

foto: Instagram/@idolacilik.id; Instagram/@yoga__prat

6. Violetta Sayna merupakan pembawa acara Pesta Ceria bersama Yoga dan Errin. Vio kini sudah berkeluarga dan vakum dari dunia hiburan.

foto: Instagram/@idolacilik.id; YouTube/violetta sayna

7. Diva Nadia pernah populer saat sukses membintangi sitkom horor Di Sini Ada Setan. Ternyata, sebelum terjun ke dunia akting, Diva merupakan penyanyi cilik dan pembawa acara Klak Klik. Kini ia telah menjadi ibu dari satu anaknya.

foto: Instagram/@idolacilik.id; Instagram/@divanadia

8. Okky Lukman memang dikenal sebagai presenter handal. Sebelumnya, ia pernah membawakan acara Kring Olala yang siar pada 1998, lho.

foto: YouTube/ChepYT; Instagram/@okidatanglagi

9. Penyanyi multitalenta, Agnes Monica atau Agnez Mo, merupakan mantan pembawa acara Tralala Trilili yang tayang pada 1998. Kini ia telah menjadi penyanyi internasional dan berkarier di Amerika Serikat.

foto: Youtube/Ikhsan Muhammed; Instagram/@agnezmo

Mengapa acara TV 90-an untuk anak-anak membekas di hati anak milenial

Acara anak-anak pada era 90-an memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya begitu istimewa dan membekas di hati para penontonnya. Berikut beberapa alasan mengapa acara-acara tersebut sangat menarik. Kombinasi dari faktor-faktor di atas menjadikan acara anak-anak era 90-an begitu menarik dan berkesan, menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi generasi yang tumbuh pada masa itu.

1. Konten Edukatif yang Menghibur

Banyak acara anak era 90-an yang tidak hanya menghibur tetapi juga sarat dengan nilai edukasi. Misalnya, program seperti "Tralala-Trilili" menampilkan video klip lagu anak-anak yang memberikan informasi pengetahuan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak Indonesia.

2. Pengembangan Kreativitas dan Imajinasi

Acara-acara tersebut seringkali mendorong anak-anak untuk berimajinasi dan berkreasi. Misalnya, program seperti "Si Komo" dan "Si Unyil" menampilkan cerita-cerita yang mengajak anak-anak untuk berpikir kreatif dan memahami nilai-nilai moral serta budaya Indonesia.

3. Interaksi Sosial dan Kebersamaan

Pada masa itu, menonton acara televisi sering menjadi kegiatan bersama keluarga atau teman-teman. Hal ini memperkuat ikatan sosial dan memberikan kenangan manis tentang kebersamaan. Selain itu, acara-acara tersebut seringkali menjadi topik pembicaraan di sekolah, yang memperluas interaksi sosial anak-anak.

4. Keterbatasan Teknologi yang Meningkatkan Antusiasme

Dengan keterbatasan akses teknologi dan hiburan digital pada era 90-an, acara televisi menjadi salah satu sumber hiburan utama. Hal ini membuat anak-anak lebih menghargai dan menantikan program-program favorit mereka, sehingga menciptakan antusiasme yang tinggi terhadap acara-acara tersebut.

(brl/lea)