Nita Gunawan jalani transfer dan sedot lemak di Korea, simak manfaat, risiko, dan prosedur fat graft

foto: Instagram/@nitagunawan09
Brilio.net - Beberapa waktu lalu, Nita Gunawan diketahui menjalani serangkaian perawatan kecantikan di Korea. Dia melakukan transfer dan sedot lemak yang dipindahkan dari tubuh ke area wajah. Lebih tepatnya, dia memindahkan lemak tersebut ke ara mata dagu, dan jidat.
Sebelum menjalani prosedur yang disebut fat graft ini, Nit Gunawan mengaku sempat mengalami penurunan wajah drastis hingga 11 kg. Nah, penurunan berat badan tersebut membuat wajahnya tak tampak lelah, terlebih karena area matanya juga jadi cekung. Oleh sebab itu, dia hendak memindahkan lemak tubuh yang ada di lengan, ke wajah.
"Kenapa pilih fat graft??? Karena fat graft itu memasukan lemak yg ditubuh ke wajah kita, fungsi nya hampir sama dengan filler tapi lebih sehat dan fat graft bisa hilang seiring waktu (atau ada masa berlakunya) karena itu lemak tubuh kita, kalau filler akan mengendap dan ga bisa hilang ditubuh kita," tulis pemeran film Anak Kunti ini melalui unggahannya di Instagram @nitagunawan09.
Dengan prosedur yang hampir mirip, banyak orang memang mengira bahwa fat graft sama halnya dengan filler. Padahal kedua jenis prosedur kecantik tersebut jelas berbeda. Lantas, apa itu fat graft? Apa manfaat dan risikonya?
foto: Instagram/@nitagunawan09
Definisi dan manfaat fat graft.
Fat grafting, atau cangkok lemak, adalah prosedur bedah yang memindahkan lemak dari satu area tubuh ke area lain untuk tujuan rekonstruksi atau estetika. Prosedur ini telah menjadi pilihan populer dalam dunia bedah plastik karena berbagai manfaat yang ditawarkannya. Salah satu manfaat utama fat grafting adalah kemampuannya untuk memperbaiki kontur tubuh dan wajah secara alami.
foto: Instagram/@nitagunawan09
Lemak yang diambil dari tubuh pasien sendiri digunakan sebagai pengisi untuk menambah volume pada area yang diinginkan, seperti payudara, bokong, atau wajah. Hal ini mengurangi risiko reaksi alergi atau penolakan tubuh terhadap bahan asing. Selain itu, penggunaan lemak autologus dapat menghasilkan tekstur dan tampilan yang lebih alami dibandingkan dengan implan sintetis.
Dilansir dari journal.scientific.id, manfaat lain dari fat grafting adalah potensinya dalam mempercepat penyembuhan luka dan regenerasi jaringan. Studi menunjukkan bahwa lemak yang ditransplantasikan mengandung sel punca mesenkimal yang dapat berkontribusi pada proses penyembuhan dan perbaikan jaringan yang rusak. Hal ini membuat fat grafting menjadi pilihan dalam penanganan jaringan parut atau area yang mengalami kerusakan akibat terapi radiasi.
Risiko fat graft.
foto: Instagram/@nitagunawan09
Meskipun memiliki banyak manfaat, fat grafting tidak lepas dari risiko. Melansir dari pmc.ncbi.nlm.nih.gov, salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah nekrosis lemak, di mana jaringan lemak yang ditransplantasikan tidak mendapatkan suplai darah yang cukup, sehingga mengalami kematian sel. Kondisi ini dapat menyebabkan pembentukan nodul atau kista yang mungkin memerlukan intervensi lebih lanjut.
Risiko lain yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan terjadinya infeksi pada area donor maupun area penerima. Meskipun prosedur ini dianggap aman, infeksi dapat terjadi jika teknik sterilisasi tidak dilakukan dengan benar atau jika pasien tidak mematuhi instruksi perawatan pascaoperasi. Selain itu, terdapat risiko pembentukan hematoma atau seroma akibat perdarahan atau akumulasi cairan di area yang ditangani.
Selain risiko fisik, ada juga kekhawatiran mengenai potensi stimulasi sel kanker, terutama pada prosedur fat grafting di area payudara. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa sel lemak dapat memengaruhi mikroenvironment jaringan dan berpotensi memicu aktivitas sel kanker. Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memutuskan menjalani prosedur ini, terutama bagi individu dengan riwayat kanker payudara.
Prosedur fat graft.
foto: Instagram/@nitagunawan09
Prosedur fat grafting terdiri dari tiga tahap utama: pengambilan lemak (harvesting), pemrosesan lemak, dan penyuntikan lemak ke area yang diinginkan. Pada tahap pertama, lemak diambil dari area tubuh yang memiliki kelebihan lemak, seperti perut, paha, atau pinggul, menggunakan teknik liposuction. Proses ini dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga viabilitas sel lemak yang akan ditransplantasikan.
Setelah lemak berhasil diambil, tahap selanjutnya adalah pemrosesan lemak. Lemak yang telah disedot kemudian disentrifugasi atau disaring untuk memisahkan komponen yang tidak diinginkan, seperti darah, minyak, dan cairan tumescent. Proses ini bertujuan untuk mendapatkan lemak murni yang siap ditransplantasikan. Beberapa studi menunjukkan bahwa teknik pemrosesan tertentu, seperti pencucian, dapat mempertahankan jumlah sel punca yang lebih banyak dibandingkan dengan teknik lain seperti sentrifugasi.
Tahap terakhir adalah penyuntikan lemak ke area yang membutuhkan. Lemak yang telah diproses disuntikkan secara bertahap dan merata ke dalam jaringan penerima menggunakan kanula khusus. Teknik penyuntikan yang tepat sangat penting untuk memastikan distribusi lemak yang merata dan meningkatkan kemungkinan keberhasilan cangkok. Setelah prosedur, pasien biasanya dianjurkan untuk menghindari tekanan berlebih pada area yang ditangani dan mengikuti instruksi perawatan pascaoperasi untuk memaksimalkan hasil dan meminimalkan risiko komplikasi.
Jadi, fat grafting menawarkan berbagai manfaat dalam bidang rekonstruksi dan estetika dengan menggunakan jaringan lemak autologus. Namun, penting untuk mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi dan memastikan prosedur dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman serta mengikuti protokol yang tepat untuk mencapai hasil yang optimal.
-
Shenina Cinnamon Pede dengan kulit sawo matang, intip daily makeup natural ala Shenina Cinnamon andalkan produk lokal
Annathiqotul Laduniyah -
Makeup Ubah Penampilan Transformasi makeup cewek bermata lazy eyes dirias ala semi-bold, hasilnya malah mirip Mahalini
Anindya Kurnia -
Kuis [KUIS] Rayakan Kemerdekaan dengan busana merah putih ala seleb, cek buat tahu kamu cocoknya yang mana
Hapsari Afdilla -
Yuni Shara Bantah oplas di usia 50-an, terungkap rahasia wajah awet muda Yuni Shara cuma pakai 3 bahan alami
Anindya Kurnia -
Kuis [KUIS] Tampil girly dan cheerfull, pemotretan Fuji ini ungkap gaya fashion yang pas buat kamu
Hapsari Afdilla